Senin, 16 September 2013

Welcome to Electro Fish Site

ELECTROFISH
Electrofish alat pancing electronik yang berfungsi sebagai pemanggil ikan. Bila kutub-kutub positif dan negatif kabelnya dicelupkan ke air, akan mengeluarkan signal listrik seperti signal yang dipancarkan oleh ikan-ikan yang terluka. Signal ini akan merambat dalam air laut sampai jauh, mencapai radius +/- 2 km dan akan merangsang ikan-ikan predator datang mendekat. Makin besar ikannya makin jauh dia bisa mendeteksi signal ini. (seperti antene parabola, makin besar parabolanya makin jauh signal yang ditangkap)


SIGNAL ELECTROFISH

Memancing dengan electrofish cukup praktis, begitu electrofish dicelup kedalam air maka langsung bekerja memancarkan signal electronik seperti signal ikan terluka, merangsang ikan-ikan predator datang mendekat.

Baterai internal yang terpasang dalam electrofish mampu mengoperasikan alat ini hingga masa pemakaian antara 400 jam sampai 600 jam. Electrofish model NL 03 pemakaian 3000 jam dan dapat dicharge kembali. Electrofish dipakai untuk memanggil ikan waktu mancing dasar maupun troling dan longline, jala dan bagan.

  • Mancing dasar gantung electrofish di kedalaman 3 sampai 5 M dari dasar laut.
  • Untuk Troling, electrofish sudah dilengkapi dengan skirt cumi-cumi.
  • Pemakaian pada jala atau bagan, electrofish model NL 03 kabelnya dicelup sedalam 3 sampai 5 meter dari permukaan air sesuai keinginan.


SIGNAL ELECTRONIC PADA IKAN
Semua Mahluk hidup menghasilkan signal listrik yang sangat kecil melalui gerakan otot-ototnya.

Signal listrik ini dapat dilihat dari gerakan jantung kita pada waktu pemeriksaan jantung dengan menggunakan electrocardiogram (ECG) di rumah sakit.

Mahluk yang hidup didarat, signal listriknya tidak dapat merambat keluar dari tubuh karena udara bukan penghantar listrik. Lain halnya dengan mahluk hidup yang hidup di air, terutama didalam laut, karena air laut adalah penghantar listrik yang baik. Maka signal listrik yang dihasilkan otot-otot ikan dapat merambat sampai jauh.

Walaupun sangat kecil, signal ini masih dapat dideteksi oleh ikan lain yang mempunyai sensor electronik yang sangat sensitif.


SENSOR ELECTRONIC
Pada beberapa kelompok ikan, termasuk ikan hiu, dan ikan predator lainnya seperti ikan tuna, layaran, barakuda, kakap dan lain-lain, mempunyai sensor electronik, yang berfungsi sebagai panca indra ke enam, sehingga mereka mampu mendeteksi signal listrik yang dikeluarkan oleh ikan lain sebagai mangsanya.

Sensor electronik ikan-ikan ini sangat sensitif, bisa mendeteksi signal listrik sampai seper 10 juta volt/cm.
Pada ikan hiu sensor electronik ini didepan moncongnya dekat mulut berupa titik-titik saraf yang dikenal sebagai ampullae of lorenzini.

Pada ikan predator lainnya sensornya ada pada sisi sepanjang badannya. Hal ini dapat dilihat pada tingkah laku kumpulan ikan-ikan kecil yang bergerak kesana kemari bersama-sama sangat cepat.

Masing-masing ikan ini mempunyai sensor electronik disisi tubuhnya yang bisa mendeteksi signal yang dihasilkan oleh teman-temannya sehingga gerakan mereka harmonis tidak saling tabrak.


SIGNAL LISTRIK IKAN TERLUKA
Dalam Komunitas ikan-ikan dalam laut yang demikian banyak jenisnya, masing-masing ikan mempunyai cara sendiri-sendiri untuk melindungi dirinya agar tidak dimangsa.

Ikan yang kecil biasanya lebih lincah dan cepat, yang lain punya kemampuan kamulfase, sehingga mencari mangsa diantara ikan-ikan yang demikian banyak tidaklah mudah.

Apabila ada ikan yang terluka, sangat merangsang ikan-ikan lain untuk memangsanya baik sesama jenis maupun jenis lain.
Ikan yang terluka dan kesakitan akan meliuk-liukan badannya sambil mengeluarkan signal listrik. Signal ini sangat merangsang ikan-ikan predator datang, karena ikan yang terluka tidak dapat melarikan diri.

Para nelayan dan pemancing sangat kenal dengan gejala ini sehingga mereka suka memakai umpan ikan hidup kalau memancing.