ELECTROFISH
Electrofish alat pancing electronik yang berfungsi sebagai pemanggil
ikan. Bila kutub-kutub positif dan negatif kabelnya dicelupkan ke air,
akan mengeluarkan signal listrik seperti signal yang dipancarkan oleh
ikan-ikan yang terluka. Signal ini akan merambat dalam air laut sampai
jauh, mencapai radius +/- 2 km dan akan merangsang ikan-ikan predator
datang mendekat. Makin besar ikannya makin jauh dia bisa mendeteksi
signal ini. (seperti antene parabola, makin besar parabolanya makin
jauh signal yang ditangkap)
SIGNAL ELECTROFISH
Memancing dengan electrofish cukup praktis, begitu electrofish dicelup
kedalam air maka langsung bekerja memancarkan signal electronik seperti
signal ikan terluka, merangsang ikan-ikan predator datang mendekat.
Baterai internal yang terpasang dalam electrofish mampu mengoperasikan
alat ini hingga masa pemakaian antara 400 jam sampai 600 jam. Electrofish
model NL 03 pemakaian 3000 jam dan dapat dicharge kembali. Electrofish
dipakai untuk memanggil ikan waktu mancing dasar maupun troling dan
longline, jala dan bagan.
SIGNAL ELECTRONIC PADA IKAN
Semua Mahluk hidup menghasilkan signal listrik yang sangat kecil
melalui gerakan otot-ototnya.
Signal listrik ini dapat dilihat dari gerakan jantung kita pada waktu
pemeriksaan jantung dengan menggunakan electrocardiogram (ECG) di rumah
sakit.
Mahluk yang hidup didarat, signal listriknya tidak dapat merambat keluar
dari tubuh karena udara bukan penghantar listrik. Lain halnya dengan
mahluk hidup yang hidup di air, terutama didalam laut, karena air laut
adalah penghantar listrik yang baik. Maka signal listrik yang dihasilkan
otot-otot ikan dapat merambat sampai jauh.
Walaupun sangat kecil, signal ini masih dapat dideteksi oleh ikan lain
yang mempunyai sensor electronik yang sangat sensitif.
SENSOR ELECTRONIC
Pada beberapa kelompok ikan, termasuk ikan hiu, dan ikan predator
lainnya seperti ikan tuna, layaran, barakuda, kakap dan lain-lain, mempunyai
sensor electronik, yang berfungsi sebagai panca indra ke enam, sehingga
mereka mampu mendeteksi signal listrik yang dikeluarkan oleh ikan lain
sebagai mangsanya.
Sensor electronik ikan-ikan ini sangat sensitif, bisa mendeteksi signal
listrik sampai seper 10 juta volt/cm.
Pada ikan hiu sensor electronik ini didepan moncongnya dekat mulut berupa
titik-titik saraf yang dikenal sebagai ampullae of lorenzini.
Pada ikan predator lainnya sensornya ada pada sisi sepanjang badannya.
Hal ini dapat dilihat pada tingkah laku kumpulan ikan-ikan kecil yang
bergerak kesana kemari bersama-sama sangat cepat.
Masing-masing ikan ini mempunyai sensor electronik disisi tubuhnya yang
bisa mendeteksi signal yang dihasilkan oleh teman-temannya sehingga
gerakan mereka harmonis tidak saling tabrak.
SIGNAL LISTRIK IKAN TERLUKA
Dalam Komunitas ikan-ikan dalam laut yang demikian banyak jenisnya,
masing-masing ikan mempunyai cara sendiri-sendiri untuk melindungi dirinya
agar tidak dimangsa.
Ikan yang kecil biasanya lebih lincah dan cepat, yang lain punya kemampuan
kamulfase, sehingga mencari mangsa diantara ikan-ikan yang demikian
banyak tidaklah mudah.
Apabila ada ikan yang terluka, sangat merangsang ikan-ikan lain untuk
memangsanya baik sesama jenis maupun jenis lain.
Ikan yang terluka dan kesakitan akan meliuk-liukan badannya sambil mengeluarkan
signal listrik. Signal ini sangat merangsang ikan-ikan predator datang,
karena ikan yang terluka tidak dapat melarikan diri.
Para nelayan dan pemancing sangat kenal dengan gejala ini sehingga mereka
suka memakai umpan ikan hidup kalau memancing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar